Pisarana Hatusiri Amalatu

Blog-nya Orang Saparua

Minggu, 23 Januari 2022

Para Regent di Pulau Haruku [1800 hingga awal abad ke-20]

 

(bag 2)

[Adrijn Anakotta]

Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 08.09 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Jumat, 21 Januari 2022

Para Regent di Pulau Haruku [1800 hingga awal abad ke-20]


(bag 1 ) 

[Adrijn Anakotta]

Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 21.52 4 komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 17 Januari 2022

Para Regent di Pulau Nusalaut [1800 hingga awal abad ke-20]

 

(bag 2 - selesai) 

Adrijn Anakotta

Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 02.15 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Kamis, 13 Januari 2022

Para Regent di Pulau Nusalaut [1800 hingga awal abad ke-20]

 

(bag 1 ) 

Adrijn Anakotta

Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 02.42 5 komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 09 Januari 2022

Para Regent di Pulau Saparua [1800 hingga awal abad ke-20]

(bag 4 – selesai ) 

Adrijn Anakotta

Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 03.57 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Kamis, 06 Januari 2022

Para Regent di Pulau Saparua [1800 hingga awal abad ke-20]


(bag 3) 

Adrijn Anakotta

Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 05.18 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Sabtu, 01 Januari 2022

Para Regent di Pulau Saparua [1800 hingga awal abad ke-20]


(bag 2) 

Adrijn Anakotta

Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 22.55 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 29 Desember 2021

Para Regent di Pulau Saparua [1800 hingga awal abad ke-20]


(bag 1) 

Adrijn Anakotta

Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 03.27 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Jumat, 17 Desember 2021

Perang Iha


[Drs. John Pattikayhatu, dkk]

Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 10.12 2 komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 13 Desember 2021

Dari Potong Kepala hingga Pajak Kepala : Kekerasan, Pajak, dan Pemerintahan Kolonial di Seram, ca. 1860-1920


 (bag 2) 

[Maarten Manse]

Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 06.18 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Sabtu, 11 Desember 2021

Negeri-negeri di Pulau Saparua Dalam catatan Rumphius, ca. 1680an

 

(bag 2)

Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 09.53 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Selasa, 07 Desember 2021

Negeri-negeri di Pulau Saparua Dalam catatan Rumphius, ca. 1680an


(bag 1)

Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 05.41 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 05 Desember 2021

Dari Potong Kepala hingga Pajak Kepala : Kekerasan, Pajak, dan Pemerintahan Kolonial di Seram, ca. 1860-1920


(bag 1) 

 [Maarten Manse]


Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 07.20 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Jumat, 03 Desember 2021

Gubernur, Regent dan Ritual : Eksplorasi Diplomasi Kolonial di Ambon menjelang abad ke-19

 [Philip Post]
Leiden University, Leiden, the Netherlands


Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 07.11 3 komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 22 November 2021

Jika kita memberi mereka makan, kita tidak boleh memakan mereka : Pantangan utama Masyarakat Hualu dan penerapannya


(bag 1)

[Valerio Valeri]

Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 04.21 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 21 November 2021

Ana Sarane, Bapa Sarane : Radja van Saparoea dan anak-anak rohaninya

 

[Adrijn Anakotta]

Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 02.11 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 15 November 2021

Laki-laki dalam Bayang-bayang Magellan: Francisco Serrão, Orang Eropa Pertama di Kepulauan Maluku (1511-1521)


(bag 2-selesai)

 

[Manuel Lobato]

Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 00.57 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 14 November 2021

Laki-laki dalam Bayang-bayang Magellan: Francisco Serrão, Orang Eropa Pertama di Kepulauan Maluku (1511-1521)


(bag 1) 

[Manuel Lobato]

Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 00.30 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Kamis, 11 November 2021

KORA-KORA, JUNK DAN BAROTO : Perahu-perahu Pribumi dalam Perang dan Perdagangan Orang Portugis Menurut Relaçion-nya Miguel Roxo de Brito (1581-1582)


[Jacky Doumenjou]

Terjemahan (Inggris) : Cathy Gaboreau

Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 12.26 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 10 November 2021

Herbarium Amboinense karya Georg Rumphius (1741–1750) sebagai sumber informasi tumbuhan Indonesia untuk Carl Linnaeus (1707–1778)


[C.E. Jarvis]

Baca selengkapnya »
Diposting oleh adryn anakotta di 19.08 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Arsip Blog

  • ▼  2026 (11)
    • ▼  Juli (1)
      • Tragedi Mayor Beetjes
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2025 (86)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (11)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (23)
    • ►  Februari (12)
    • ►  Januari (11)
  • ►  2024 (45)
    • ►  Desember (10)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2023 (61)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (8)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (7)
    • ►  Januari (11)
  • ►  2022 (25)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (9)
  • ►  2021 (47)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (6)
    • ►  September (4)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (4)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (9)
  • ►  2020 (76)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (13)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2019 (30)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (7)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2018 (47)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (11)
    • ►  Juli (10)
    • ►  Juni (18)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2015 (22)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2014 (15)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2013 (4)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (2)

Pisarana Itu Katong

  • Ferdy Lalala
  • adryn anakotta

Translate

Tema Perjalanan. Diberdayakan oleh Blogger.