[Anonim]
A. Kata Pengantar
Tulisan yang diterjemahkan ini berasal dari tulisan pendek 2 bagian dengan judul masing-masing yang ditulis oleh penulis anonim dengan judul utamanya Rembrandt en Ambon. Dua tulisan ini dimuat secara “bersambung” di koran De Stem van Ambon, edisi Januari dan Februari 1968. Tulisan pertama bersubjudul De Paradijsvogel dimuat pada edisi nomor 218, tahun XVIII (XVIII jaargang), Januari 1968, sedangkan tulisan kedua bersubjudul Een Gouverneur poseert dimuat pada edisi nomor 219, tahun XVIII (XVIII jaargang), Februari 1968.
Meskipun tulisan ini pendek, namun informatif dengan mengambil tema menarik yaitu hubungan atau relasi antara Rembrandt, seorang pelukis terkenal Belanda abad ke-17 dengan Ambon, yang terwakili oleh objek yang ia lukis. Objek pertama adalah lukisan burung cendrawasih yang ia lukis, sementara objek kedua adalah lukisan atau “potret” figur suami-istri yaitu Philip Lucaszoon van Middelburg dan istrinyaa. Philip Lucaszoon van Middelburg sendiri pernah menjadi Gubernur di Ambon pada tahun 1628 – 1631. Namun lukisan suami-istri ini dibuat pada tahun 1635, saat Philip Lucaszoon tidak lagi berkuasa di Ambon.
Tulisan pendek yang dimuat di koran ini, setiap bagian atau “judul” menyisipkan 1 lukisan, dimana lukisan burung cendrawasih dan lukisan atau potret dari Philip Lucaszoon van Middelburg. Kami hanya menambahkan sedikit catatan tambahan dan beberapa gambar, terkhusus potret philip Lucasz dan istrinya yang “berwarna”. Semoga tulisan pendek ini bisa bermanfaat bagi berkembangnya pengetahuan tentang kesejarahan Ambon sendiri.
B. Terjemahan
[Burung Cendrawasih]
Kombinasi Rembrandtb dan Ambon tampak aneh pada pandangan pertama. Pelukis terbesar kita ini tidak pernah mengunjungi Timur, dan perjalanan luar negerinya tidak pernah jauh. Ia bahkan tidak pernah mengunjungi Italia, tujuan perjalanan banyak rekan sezamannya. Ia menganggap perjalanan ke sana tidak perlu. Sebuah "Prix de Rome" akan sia-sia baginya. Namun, Rembrandt kita memang memiliki beberapa hubungan, meskipun jauh, dengan Ambon, yaitu dengan secara teliti menggambarkan produk dari wilayah yang jauh ini. Dan produk Maluku apa yang lebih memikat imajinasi orang Eropa selain cengkeh? Tentu saja, burung cendrawasih! Makhluk-makhluk megah ini jarang sampai ke pembeli dalam keadaan utuh. Para pemburu Papua yang menembak burung-burung ini memotong kakinya dan mengeringkan kulit burung di atas tongkat di atas api. Dalam bentuk yang rusak ini, burung cendrawasih memasuki pasar dan dengan demikian mencapai pasar Belanda, sebagian melalui Ambon.
Rembrandt juga menjumpai mereka dan mungkin memperoleh beberapa untuk koleksi seni dan barang-barang antiknya yang besar di rumahnya yang masih ada di (Joden) Breestraat. Gambar-gambar pena yang dibuatnya dari kulit burung-burung cantik itu, dengan sedikit sapuan warna, kini berada di koleksi Museum Louvre di Paris. Karena dunia luar tidak pernah bisa melihat kaki burung-burung itu, melainkan hanya bisa menilai kulit-kulit yang rusak dan tanpa kaki, maka beredar cerita bahwa burung-burung cendrawasih tidak memiliki kaki dan terus terbang ke sana kemari. Hal ini sudah terjadi pada penyair besar Portugal, Camoésc, yang menulis dalam canto kesepuluh Tusiades-nyad:
“Aqui ha as aureas aves, que nao descem Nunca a terra e so mortes apparecem”.
Yang artinya:
“Inilah burung-burung emas, yang tidak pernah turun ke bumi, dan hanya tampak (bagi kita) mati.”
Tidak heran jika burung-burung yang selalu terbang ini dikaitkan dengan matahari. Orang Portugis menyebutnya "passaros de sol," burung matahari; orang Jawa menyebutnya "manuk dewata," dan orang Melayu menyebutnya "burung dewata," keduanya berarti burung para dewa. Orang Belanda menyebutnya burung cendrawasih karena bulunya, dan bahkan cendekiawan Linnaeuse menamai salah satu spesiesnya "Paradisea apoda," yang berarti burung cendrawasih tanpa kaki. Namun, Rembrandt mungkin tidak terinspirasi untuk menggambarkan dua kulit burung cendrawasih oleh kisah-kisah menakjubkan seputar burung-burung ini, tetapi hanya oleh bulunya yang megah. Seperti yang terlihat, tidak ada jejak kaki.
[Sebuah potret Gubernur]
Seorang gubernur Ambon pernah berpose untuk salah satu pelukis terbesar kita. Dia adalah gubernur keenam, Philip Lucaszoon van Middelburg, yang memerintah Ambon dari tahun 1628 hingga 1631f. Pada tahun 1634, sebagai komandan armada kembali, ia mendapat kehormatan untuk mengangkut sejumlah kapal Oostinjevaarder (Kapal Hindia Timur) yang sarat muatan dari Hindia kembali ke tanah air, dan tahun berikutnya, ia dan istrinyag dilukis oleh Rembrandt. Hampir menjadi kebiasaan bagi para pejabat VOC berpangkat tinggi yang kembali ke tanah air untuk mengabadikan diri mereka oleh seorang pelukis terkenal selama masa tinggal mereka di tanah air.
Jan Pieterszoon Coen telah mendahuluinya dalam hal ini. Di antara masa jabatan gubernur jenderal pertamanya dan keduanyah, ia dan istrinya Eva Ment membuat dua potret resmi, yang masih menghiasi Museum Westfries di kota kelahirannya, Hoorn. Hal ini juga yang kemudian dilakukan oleh pedagang utama, anggota Dewan Hindia, Rijklof van Goensi, yang selama kunjungan singkatnya di negara ini pada tahun 1655, mengundang pelukis Bartholomeus van der Helst, yang sangat terkenal pada waktu itu, untuk membuat lukisan besar dirinya dan keluarganya yang makmur, di mana pelayan Oriental tidak dilupakan. Sayangnya, karya megah ini hilang dalam kebakaran di Museum Boymans di Rotterdam pada tahun 1863, dan hanya salinan lukisan cat air yang sangat baik karya Koelmanj yang telah dilestarikan untuk kita.
Oleh karena itu, kami tidak terkejut ketika Philips Lucasz dan istrinya juga melukis diri mereka sendiri, dan mereka memilih pelukis yang paling dicari di Amsterdam pada waktu itu, Rembrandt Harmensz Van Rijn. Hasilnya sungguh menakjubkan. Dalam potret oval tersebut, orang yang digambarkan mengenakan kerah renda lebar di atas doublet satin hitam, dari bawahnya muncul rantai emas tebal. Ia menerima ini dari para bangsawan XVIIk sebagai hadiah atas keberhasilan perjalanan armada kembali. Perlu diingat bahwa pada waktu itu, belum ada gelar kebangsawanan seperti yang kita kenal sekarang. Rantai emas diberikan kepada pria yang pantas menerimanya. Rambut orang yang digambarkan berwarna hitam, kumis dan janggutnya berwarna cokelat, dan karya seni tersebut ditandatangani: Rembrandt f(ecit) (= dibuat) 1635.
![]() |
| Petronella Buys (1610 - 1670) |
Di mana kita dapat menemukan potret pasangan Lucasz saat ini? Sayangnya, potret mereka telah “terpisah”. [Potret] Philip sekarang menjadi kebanggaan Galeri Nasional di London, sementara [potret] istrinya berada dalam koleksi pribadi di Brussels. Tidak diragukan lagi, kedua potret tersebut telah melalui banyak hal sebelum akhirnya berada di tempatnya sekarang. Philip Lucasz pasti membawanya bersamanya ketika ia kembali ke Hindia untuk melanjutkan kariernya yang sukses. Ia naik pangkat menjadi Direktur Jenderal, pangkat tepat di bawah Gubernur Jenderal Van Diemenl. Dalam posisi tinggi tersebut, ia menaklukkan benteng Negombo di Ceylon pada tahun 1640. Tetapi ia meninggal di sana pada 5 Maret 1641m. Apakah potret istrinya dipulangkan saat itu, bersama dengan lukisan-lukisan tersebut? Lukisan-lukisan itu sudah jatuh ke tangan asing pada abad ke-18; potret Philips saat itu berada di tangan Inggris. Pada tahun 1871, lukisan itu dibeli untuk Galeri Nasional oleh Perdana Menteri Gladstonen, sebagai bagian dari Koleksi Peel, bersama dengan banyak lukisan Belanda lainnya. Sungguh disayangkan! Lukisan itu bisa menjadi permata bagi museum kolonial di negara kita.
Catatan Tambahan
a. Kisah tentang lukisan Philip Lucaszoon van Middelburg dan istrinya ini bisa dibaca pada beberapa sumber.
§ Cornelis Hofstede de Groot, “Rembrandts portretten van Philips Lucasse en Petronella Buys,” Oud Holland 31, no. 5 (1913): 236–40;
§ I.H. van Eeghen, “De Portretten van Philips Lucas en Petronella Buys,” Maandblad Amstelodamum 43 (1956): 116
§ Yeager-Crasselt, Lara. “Portrait of Petronella Buys (1605–1670).” In The Leiden Collection Catalogue Edited by Arthur K. Wheelock Jr. New York, 2019
b. Rembrandt Harmenszoon van Rijn lahir di Leiden pada 15 Juli 1606, meninggal dunia di Amsterdam pada 6 Oktober 1669. Rembrandt yang dikenal dengan nama tunggalnya, adalah seorang pelukis, pembuat cetakan, dan perancang gambar dari Zaman Keemasan Belanda. Ia umumnya dianggap sebagai salah satu seniman visual terbesar dalam sejarah seni Barat.
c. Luís Vaz de Camões [1524/1525 – 10 Juni 1580], yang terkadang ditulis dalam bahasa Inggris sebagai Camoens atau Camoëns, dianggap sebagai penyair terbesar Portugal dan bahasa Portugis.
d. Lebih tepatnya berada di canto x – estrofe 132 [canto ke-10, bait 132] dengan “tema” yaitu Tétis mostra as terras do Oriente.
e. Carl Linnaeus, lahir pada 23 Mei 1707 di Swedia, meninggal pada 10 Januari 1778. Ia adalah seorang ahli biologi dan dokter Swedia yang memformalkan nomenklatur binomial, sistem modern penamaan organisme. Ia dikenal sebagai "bapak taksonomi modern."
f. Philip Lucaszoon van Middelburg menggantikan Gubernur van Amboina Jan van Gorcum (1625 – 1628) dan digantikan oleh Artus Gijsels (1631 – 1634), dimana Philip Lucaszoon van Middelburg memerintah sejak 16 Juni 1628 – 24 Mei 1631.
g. Istri Philip Lucasz van Middelburg bernama Petronella Buijs (1605 – 1670), putri dari Cornelis Buys dan Geertruyd van der Goes.
h. Jan Pieterszoon Coen menjadi Gubernur Jenderal VOC yang bermarkas di Batavia sebanyak 2 x, pertama pada periode 1617 – 1619, kedua pada periode 1624 – 1627.
i. Rijcklof Volckertsz. van Goens menjadi Gubernur Jenderal VOC pada periode 1678 – 1681
j. Yang dimaksud mungkin bernama Johan Daniel Koelman (1831 – 1857)
k. Lebih dikenal sebagai Tuan-Tuan “Heeren XVII” merujuk pada pemimpin tertinggi VOC di Belanda.
l. Antonio van Diemen menjadi Gubernur Jenderal VOC pada periode 1636 – 1645
m. Beberapa sumber berbeda dalam menulis tahun kematian Philip Lucaszoon. Sumber P.A. Leupe menulis pada tanggal 5 Maret 1640, sedangkan Cornelis Hofstede de Groot pada 5 Maret 1641. Penulis anonim ini mengikuti sumber dari Cornelis Hofstede de Groot
§ P.A. Leupe, Philip Lucasz., raad en directeurgeneraal van Nederl.Indië (Almanak Zeeland, 1855).
§ Cornelis Hofstede de Groot, “Rembrandts portretten van Philips Lucasse en Petronella Buys,” Oud Holland 31, no. 5 (1913): 236–40
n. Gladstone atau William Ewart Gladstone [1809 – 1898] adalah Perdana Menteri Inggris pada periode 1868 - 1874%201635%20gedateerd.png)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar