Sabtu, 08 September 2018

Muar, Vull, Licer, Lijasser, Lyaser, Vleasser, Luasse, Ulliasser, Honomoa hingga Saparoua


---- Jejak-jejak sebuah “nama” dalam Arsip dan Sumber
serta Perbincangan dalam ruang waktu ----
(Bag IIb)


Oleh
Adryn Anakotta



Pulau Buru, Ambon, Ceram dan "Lease"


6)           Brief Gubernur VOC Ambon Herman van Speult (1618 – 1625)

Herman van Speult adalah Gubernur VOC Ambon ke-5 yang berkuasa pada tahun 1618 – 1624, dan menggantikan Steven van der Haghen.  Pada tanggal 4 April 16191, ia mengirim brief kepada para petinggi VOC di Batavia. Pada brief ini ia menyebut eylanden Oma, eylanden Nouselao, Raja Hatuhaha (cooninck van Hattua), Raja Negeri Ameth (cooninck van Hamette), Raja Negeri Ullath (cooninck van Ullaten), Negeri Iha-Mau, Negeri Sirisori (Sorresorry)2.
Fragment isi brief tersebut :
..................onse eylanden als op Oma den cooninck van Hattua met alle sijn volck ende op Nouselao den cooninck van Hamette..............
Mede vermaende den cooninck van Ulatten, dat ook een............................ dat de Mooren van Iha-Mau op de mart van Sorresorry souden commen.................      

                    
7)           Brief Gubernur VOC Ambon, Herman van Speult tertanggal 25 April 16193

Brief ini ditujukan kepada Gub Jend VOC Jan Pieterszoon Coen. Pada brief ini, sang gubernur menyebut eylanders (penduduk) Oma, Uleasser dan Nouselao, disebut juga negeri Iha-Mau4.
Fragment brief tersebut sebagai berikut :
.................ick hadde alle onse eylanders, als die van Oma, Uleasser ende Nouselao.........alsoo naestgelegen mooren van Iha-Mau niet weynich haere..........


8)           Brief Gubernur VOC Ambon Herman van Speult (1618 – 1625)

Pada tanggal 31 Agustus 16195 , Herman van Speult kembali mengirim brief kepada Gub Jend VOC Jan Pieterszoon Coen. Pada brief ini, gubernur menyebut tentang Orangcays (Orangkaija/Orang kaya) Oma, Orangcays Uleasser, Nouselao, Orangcays Tiouw (Tiou), serta penjelasan jika Tiou adalah salah satu negeri yang berada di pulau Uleasser6.
Fragment brief itu adalah :
..........................so zijn ten laetsen de Orangcays van Oma ende Uleasser gecompareert, doch die van Nouselao niet..................................
Over eenigen tijt geleden zijn de Orangcays van Tiou (Wesende eene negrij gelegen opt eylant Uleasser)

(terjemahannya salah satu orang kaya (negeri) Tiou (merupakan salah satu negeri yang terdapat di pulau Uleasser)


9)          Brief Gubernur VOC Ambon Herman van Speult, tertanggal 4 Mei 16207

Brief ini ditujukan kepada Gub Jend VOC, Jan Pieterszoon Coen. Pada brief ini disebutkan tentang (negeri Oma), pulau Oma, pulau Uliasser, negeri Aboru (Aborre), negeri Sirisori (Sorre Sorry) di pulau Uliasser, negeri Iha-Mau, Tuhaha (Tuaha)8.
Fragment brief itu sebagai berikut :

.....................Den selven avont vertrock van daer met die van Oma ende Aborre naer Sorre Sorry gelegen opt eylant Uliasser..................
.................also eenige  van de principaelste van Iha ende Mau daer hadden gevonden, wesende een platse gelegen opt eylant Uliasser.....................
....................dat die van Iha ende Mau de negrij van Tuaha souden affgeloopen hebben,.............................

(terlihat disini Herman van Speult “menjelaskan” jika (negeri) Sirisori/Sorre Sorry terdapat di pulau Uliasser, begitu juga dengan (negeri) Iha-Mau dan Tuaha)

Kata “Tuaha” pada brief ini yang tertulis pada tahun 1620, 6 tahun setelah MOG Gubernur Jaspers Janszoon pada tahun 1614 (no 1), menjadi bukti tentang konsistennya nama negeri Tuhaha, yang tidak berubah. Hal ini juga membuktikan bahwa kata Juroa bukanlah rujukan pada negeri Tuhaha!

Pulau Banda dan sekitarnya

10)            Brief Artus (Aert) Gijsels, tertanggal 4 dan 9 Mei 16209

(Aert/Artus Gijsels pada tahun 1615 – 1618 menjadi Opperhoofd VOC Hitu10, sekaligus Secunde Gubernemen VOC Ambon 1615 – 162011. Setelah selesai bertugas posisinya digantikan oleh Jan Joosten de Rooij (1620 -162512).
Pada tahun 1620 ini, Gijsels kembali ke negeri Belanda dengan membawa 4 “pangeran” asal Ambon, yang merupakan putra dari beberapa raja negeri di pulau Ambon. Mereka adalah Marcus de Rooij (putra raja Kilang), Andrea de Castro/Castano (putra raja Soya), Laurens de Fretis (Hative/Hatiwe) dan Lauren Queljo/Wellouw (Halong))13

Brief ini ditujukan kepada Jan Pieterszoon Coen dan merupakan “hasil pengalamannya” selama bertugas di Ambon. pada brief ini ia menyebut Nousselao/Noussaloa/Noussalao, Iha-Mauw, Uliasserse, Sorrisorrij14.
Fragment dari brief itu sebagai berikut :
.................onder andere op Louw (Luhu) gevonden Nousselao, geaccompangeert met die van Hattewe, Iha-Mauw ende Latoholij (Latuhualoi).................
........... die van Noussaloa hadde haer seer...............................
...................van de correcor gescheyden met een Uliasserse tal op hoop van better in............
...............dat die van Noussalao, Sorrisorrij ende Iha-Mauw daer sijn gecomen met 2 a 3 prauwen .................

11)    Deskripsi Artus Gijsels tentang Ambon dan sekitarnya, tahun 162115

Pada deskripsi ini, Gijsels sedikit tidak “konsisten” dengan informasi yang ia sebutkan sebelumnya (no 10). Di sini (laporan ini), ia menyebutkan kata Sorisori (Sorresorrij) sebagai “pengganti” nama pulau Uliasser.
Fragment dari deskripsi tersebut sebagai berikut16 :
...............sij hebben boven D’Amboynsche eylanden Nousselaw, Sorresorrij, Ommen (Oma) ofte Hattewao (Hatuhaha) ende Moelauw, oock Louho, Cambello, Erang...................
..................naer d’eylanden van Amboyna, dat is Ommen off Hatouwa, Sorresorrij ende Noussalaw,..............................

Knaap memberikan catatan kaki pada kata Moelauw : (pulau) Molana


12)       Brief Herman van Speult tertanggal 9 September 162217.

Pada brief ini sang gubernur “melaporkan” penempatan para pegawai dan pendirian beberapa benteng (redout) di beberapa tempat, seperti (negeri) Omma, Aboru (Aboro), Ulat, Honnoma (Honimoa/Sirisori), Nousselao18, Amblau, dan lain-lain.

Fragment dari brief itu sebagai berikut :
.....................de velheijt der plaetsen, als nieuwe fort op Seram, Omma, Aboro, Ulat, Honnoma, Nousselao, Amblau...........................


13)           Brief Herman van Speult tertanggal 15 Mei 162419.

Pada brief ini, van Speult menyebut Raja Tuhaha (coninck van Tuaha), eylant Vleasser20.
Fragment brief itu :
Den coninck van Tuaha, residerende opt eylant Vleasser, die sich veelmalen...........

(Terlihat Speult menjelaskan bahwa (negeri) Tuaha adalah salah satu “wilayah/negeri” yang berada pada pulau Vleasser (Uliasse))


14)            Brief Herman van Speult tertanggal 16 September 162421

Pada brief ini, Speult melampirkan jumlah para personel yang bertugas di beberapa benteng, salah satunya di Oma dan Aboru (Aboro), Sorsorij, serta Nousselauw22
Fragment dari brief itu :
Wij hebben jegenwoordich over de 190 soldaten inde naervolgende plaatsen leggen :
........................
..........................
Op Oma en Aboro                     4 coppen
Op Sorsorij                                  6 coppen
Op Nousselauw                         6 coppen

Buru, Ceram, Ambon, Lease dan Banda (1753)

15)                Brief Jan van Gorcum tertanggal 6 Agustus 162723.

(Jan van Gorcum adalah Gubernur VOC Ambon ke-6, yang berkuasa dari tahun 1625 – 1628).
Pada brief ini, ia menyampaikan tentang pembangunan “benteng” berbatu di Honomoa yang berada di pulau Uliasser, sekaligus penjelasan jika Honnomoa berada di pulau Uleasser, dan tepatnya di (negeri) Soosorij (Sirisori)24

Fragment dari brief itu :
Op honomoa op eylandt Uleasser hebben mede een steenen reduit ..................
...............de redenen, die ons beweecht hebben om de reduijt op Honomoa te maken, sijn desen. Honomoa leyt opt eylandt Uleasser beneden de negerij Soosorij........

(di honomoa pada pulau Uleasser, didirikan sebuah reduit berbatu....honomoa terletak di pulau Uleasser, tepatnya di negeri Sirisori)


16)                Brief Philip Lucaszoon tertanggal 11 Mei 162825

Philip Lucaszoon adalah Gubernur VOC Ambon ke-7 menggantikan Jan van Gorcum, dan memerintah sejak 1628 – 1631.
Pada bref ini ia menyebut Uleassar, Oma dan Nosselauw26.
Fragment brief itu adalah :
.................... zullen bij toelatende gelegentheyt de guarnisoenen van Hittoe, Laricque, Uleassar, Oma ende Nosselauw......................


17)                Brief Philip Lucaszoon tertanggal 10 September 162927

Pada brief ini, sang Gubernur menyebut kata Mahu (Mhau) sebagai negeri muslim di pulau Uleasser (eijlant uleasser)28
Fragment dari brief itu :
............D’inwoonderen van Mhau, Mahumetisten op eijlant Uleasser, hadden onlangs door Capt.Hittoe ...................

18)                Memori van overgave Philip Lucaszoon tertanggal 23 Mei 163129

Philip Lucazsoon menulis memori ini untuk penggantinya, Artus Gijsels (1631 – 1634). Pada MOG ini, gubernur menyebut tentang Uleasser, Oma, Iha-Mau, Sirisori (Sorij), raja negeri Tuhaha (coninck van Tuaha)30
                        Fragment MOG itu sebagai berikut :
...........vooren hebben aengevoert hoe twee onderscheyden eylanden onser onderdaenen, naementlijck Uleasser ende Oma, noch van eenige mooren (oleelijmas)
...............Waervan de minste niet en sijn die van Iha-Mau, op't eylant Uleasser, aen haer treckende alle rapalie
.................haer te trecken als onlangs gebleecken, dat 10 a 12 huysgesinnen mooren van Sorij om geringh
..................Even 'tselve is oock gepasseert in den coninck van Tuaha, welcke als vooren


19)                Brief Artus Gijsel tertanggal 23 Mei 163231

Brief ini ditujukan kepada Gubernur Jendral VOC, Jacques Specx (1629 – 1632).
Pada brief ini, Gijsels menyebut tentang Honomoa32, Uliasser dan Oma33, Iha, Nosselauw34.

Brief itu sebagai berikut :
............... In somma, nadat wij ons op Honomoa wat gerust hadden, hebben onse cours........
.........................behulpsame handt tegens alle onse vijanden, namentlijck de
Olilimas op de cust Seram, Uliasser ende Oma, soo hebben sij haer...............................
laeten ontvallen : den Gouverneur kan niet bestaen tegen Iha, daerom sal ick de Uleassers opt hertste aentasten................ Met die van Nosselauw weeten wij raet ende
daermede sullen die van Seram........................

Oma (1633)

20)                Brief Antonio van den Heuvel tertanggal 30 Agustus 163335

Pada periode ini, Antonio van den Heuvel adalah Komisaris untuk wilayah “Maluku” yang meliputi Gubernemen Ambon, Maluku (Ternate) dan Banda. Ia nantinya akan menjadi Gubernur VOC Ambon (1634-1635) menggantikan Artus Gijsels.

Brief ini ditujukan kepada Gubernur Jend VOC Hendrik Brouwer (1632 – 1636), yang salah satu isinya merinci jumlah kora-kora dan para personelnya dari tiap pulau yang ada di Gubernemen VOC Ambon.
Ia menulis eylant Oma, eylant Nostelau, eylant Uliaster. Dari eylant Oma kora-kora berasal dari negeri-negeri Ommo (Oma), Harucko (Haruku), Samet, Aboro (Aboru), Crieu (Kariu). Dari eylant Uliaster yaitu negeri-negeri Oulath (Ullath), Ouw, Ditewacke (Itawaka), Boy, Haria, Papera (Paperu), Tiouw, Sorsorrij (Sirisori), Touhaha (Tuhaha). Dari eylant Nostelau, yaitu berasal dari negeri Titeway (Titaway), Abobo (Abubu), Sila, Ammete (Ameth), Coen (Akoon), Nahalia (Nalahia)36.


                                                  ------ bersambung -----


Catatan Kaki

1.        Brief van Herman van Speult aan Bewindhebbers Oost Indie Compagnie, 4 April 1619 (Ceram (dimuat oleh P.A.Tiele dalam Bouwstoffen voor geschiedenis der Nederlanders in den Maleischen Archipel, Eerste deel, P.A. Tiele, Martinus Nijhoff, 1886, hal 234 -248)
2.        Idem (Hal 245, 246, 247)
3.        Brief Herman van Speult, Ambon 25 April 1619 (dimuat oleh W.Ph. Coolhas dalam Jan Pieterszoon Coen, Bescheiden omtrent zijn bedrief in Indie, zevende deel, Martinus Nijhoff, S’Gravenhage, 1952, hal 410 – 416)
4.        Idem (hal 411)
5.        Brief van Herman van Speult aan den Gouverneurs Generaal, J.Pz. Coen, 31 Agustus 1619 (dimuat oleh P.A.Tiele dalam Bouwstoffen voor geschiedenis der Nederlanders in den Maleischen Archipel, Eerste deel, P.A. Tiele, Martinus Nijhoff, 1886, hal 248 - 255)
6.        Idem (hal 249, 250)
7.        Brief van Herman van Speult aan den Gouverneurs Generaal, J.Pz. Coen, 31 Agustus 1619 (dimuat oleh P.A.Tiele dalam Bouwstoffen voor geschiedenis der Nederlanders in den Maleischen Archipel, Eerste deel, P.A. Tiele, Martinus Nijhoff, 1886, hal 255 - 266)
8.        Idem (hal 258, 259, 260, 261,263,266)
9.        Brief Aert Gijsels, 4 ende 9 Mei 1620 (dimuat oleh W.Ph. Coolhas dalam Jan Pieterszoon Coen, Bescheiden omtrent zijn bedrief in Indie, zevende deel, Martinus Nijhoff, S’Gravenhage, 1952, hal 569 – 585)
10.      Valentyn, Francois. Oud en Nieuw Oost Indie (twede deel) Beschyving van Amboina Vervattende......., Joannes van Braam, Dordrecht, 1724 bag 2 (hal 1)
§  Knaap, Gerrit.J. Memorie van Overgave van Gouverneur van Ambon in de zeventiende en achtiende eeuw, ‘S Gravanhage, Martinus Nijhoff, 1987 Hal XVIII
11.      Idem (hal 34)
12.      Idem
13.      Brief Van Twee Ambonse Radja’s Aan Maurits, Prins Van Oranje. Ambon, 1 augustus 1620 (dimuat oleh Niemeijer, Hendrik.E, End, Th van den, Schutte, G.J. Bronnen Betreffende Kerk en School in de gouvernementen Ambon, Ternate en Banda ten tijde van de VOC (1605-1791), Eerste deel, HUYGENS ING (KNAW), Den Haag, 2015, hal 47)
§  Poeze, Harry.A, Dijk, Cees van en der Meulen, Inge van, In Het Land van de Overheerser Inonesiers in Nederland, 1600 – 1950, Foris Publication, Dordrecht, 1986, Hal 5
14.      Brief Aert Gijsels, 4 ende 9 Mei 1620 (dimuat oleh W.Ph. Coolhas dalam Jan Pieterszoon Coen, Bescheiden omtrent zijn bedrief in Indie, zevende deel, Martinus Nijhoff, S’Gravenhage, 1952, hal 572, 573, 576, 584)
15.      Grondigh verhael van Amboyna ende dependentie (dimuat oleh Knaap, Gerrit.J. Memorie van Overgave van Gouverneur van Ambon in de zeventiende en achtiende eeuw, ‘S Gravanhage, Martinus Nijhoff, 1987 Hal 20 -76)
16.      Idem (hal 21, 44)
17.      Brief Herman van Speult, Amboina 9 September 1622 (dimuat oleh W.Ph. Coolhas dalam Jan Pieterszoon Coen, Bescheiden omtrent zijn bedrief in Indie, zevende deel, Martinus Nijhoff, S’Gravenhage, 1952, hal 1006 – 1019)
18.      Idem (hal 1012)
19.      Brief Herman van Speult aan den Gouverneur Generaal Pieter de Carpentier, 15 Mei 1624 (dimuat oleh P.A.Tiele dalam Bouwstoffen voor geschiedenis der Nederlanders in den Maleischen Archipel, tweede deel, P.A. Tiele, Martinus Nijhoff, 1890, hal 9 -22)
20.      Idem ( hal 12)
21.      Idem (hal 22 – 34)
22.      Idem (hal 32)
23.      Brief Jan van Gorckum, Amboina 6 Augustus 1627 (dimuat oleh W.Ph. Coolhas dalam Jan Pieterszoon Coen, Bescheiden omtrent zijn bedrief in Indie, zevende deel, Martinus Nijhoff, S’Gravenhage, 1952, hal hal 1099 – 1113)
24.      Idem (hal 1110)
25.      Brief Philip Lucaszoon, Amboina 11 Mei 1628 (dimuat oleh W.Ph. Coolhas dalam Jan Pieterszoon Coen, Bescheiden omtrent zijn bedrief in Indie, zevende deel, Martinus Nijhoff, S’Gravenhage, 1952, hal hal 1307 – 1331)
26.      Idem (hal 1329)
27.      Brief Philip Lucaszoon, Amboina 10 September 1629 (dimuat oleh W.Ph. Coolhas dalam Jan Pieterszoon Coen, Bescheiden omtrent zijn bedrief in Indie, zevende deel, Martinus Nijhoff, S’Gravenhage, 1952, hal hal 1779 – 1801)
28.      Idem (hal 1776)
29.      Sommier verbael rackende de jegenwoordige constitue door Philip Lucasz, 23 Mei 1631 (in Knaap, Gerrit.J. Memorie van Overgave van Gouverneur van Ambon in de zeventiende en achtiende eeuw, ‘S Gravanhage, Martinus Nijhoff, 1987 Hal 77 – 94)
30.      Idem (hal 91)
31.      Artus Gijsels, Gouvernuer van Ambon aan den Gouv.Gen Jacq Specx, 23 Mei 1632 (dimuat oleh P.A.Tiele dalam Bouwstoffen voor geschiedenis der Nederlanders in den Maleischen Archipel, tweede deel, P.A. Tiele, Martinus Nijhoff, 1890, hal 195 -202)
32.      Idem ( hal 195)
33.      Idem (hal 197)
34.      Idem (199)
35.      Den Voortreffelijcken, Aensienlijcken Ende Vermaerden Staat Van Amboyna ' Door Anthonio
Van Den Heuvel 30 augustus 1633
1631 (in Knaap, Gerrit.J. Memorie van Overgave van Gouverneur van Ambon in de zeventiende en achtiende eeuw, ‘S Gravanhage, Martinus Nijhoff, 1987 Hal 94 – 108)
36.      Idem (hal 97)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar