Kamis, 13 Juni 2019

Schuterij van Saparoea


 Potret umum, Gengsi  dan jejaring keluarga
(bag 1)

Oleh Kutu Busu


A.       Pengantar
Gerrit J Knaap dalam sebuah studinya1 tentang penguasaan wilayah rempah-rempah di Gubernemen Ambon oleh VOC setelah tahun 1656, menyebut bahwa keberhasilan penguasaan itu karena bertumpu pada 4 faktor mendasar, dimana salah satunya adalah penerapan kekuatan militer.
Penerapan kekuatan militer itu dilakukan dengan cara pembangunan pos militer, yaitu benteng atau garnisun serta pembuatan kebijakan yang simultan tentang “pelarangan” kepemilikan senjata oleh penduduk.
Hal ini terlihat dari pertumbuhan angka anggota militer yang bertugas di Gubernemen Ambon sejak tahun 1626. Muridan Satrio Widjojo dalam disertasinya2 menulis , pada tahun 1626, hanya 200 orang militer, meningkat menjadi 300 pada tahun 1645, dan membengkak hingga 500 lebih pada paruh kedua abad 17. Hal ini sejalan pembangunan pos dagang, redout hingga kastil/benteng yang tersebar di Gubernemen VOC Ambon. Selain kaum militer, pemerintahan VOC juga “dibantu” oleh pasukan-pasukan milisi di berbagai tempat. Pasukan-pasukan milisi itu berasal dari kelompok masyarakat kaum burger, yang sejak awal VOC telah ada. Pasukan-pasukan milisi ini, yang pada pertengahan abad 19 lebih familiar dengan nama Schutterij (pasukan penjaga kota).
J.A. van der Chijs dalam Nederlandsch Indie Plakaatboek vol 1 halaman 70-71, menyebut cikal bakal schutterij ini dimulai sejak 18 Agustus 1620 di Batavia3. “Pasukan” ini berisikan orang-orang Belanda, Jepang dan “zwarte” (para mardijker). Pasukan ini pada awalnya dikenal sebagai korps kaum burger (burgerij corps). Setelah berakhirnya pemerintahan interegnum Inggris jilid 2 (1810 – 1817), pemerintah Hindia Belanda mulai mereorganisasi pasukan milisi ini kedalam pasukan “legal” dengan nama Schutterij pada tahun 1821.
Secara legal organisasi Schutterij di Hindia Belanda dibentuk berdasarkan pada resolusi no 28 tanggal 11 Maret 1823. Misalnya Schutterij van Surabaya secara legal terbentuk berdasarkan besluit no 8 tanggal 29 Mei 1823.
Schutterij van Ambon secara legal berdiri berdasarkan besluit no 4 tanggal 26 Maret 18244, meski pasukan schuuterij ini telah ada sejak 1821 dalam wujud corps burgerij, yang dipimpin oleh D.F.W. Pietermaat, Figur yang pada periode itu sebagai Magistraat dan Fiscal pada Gubernemen Maluku5.
Beberapa tahun sebelum itu, di tahun 1817, banyak anggota korps burgerij van Ambon yang diikutsertakan dalam upaya penumpasan perang Pattimura. Beberapa yang bisa disebutkan misalnya  Melchior Adriaansz, Ambrosius Adriansz, Joseph Alfons, hingga Letnan 2 E.S. de Haas yang tewas di Waisisil pada 20 Mei 18176. Jadi memang, cikal bakal munculnya pasukan schutterij telah ada dan beraktivitas, beberpa tahun sebelum secara legal terbentuk. 

Kuburan Letnan 2, E.S. de Haas di pantai Waisisil
13 tahun setelah tahun 1824, yaitu tahun 1838 barulah Schutterij van Saparoea berdiri secara independent, maksudnya memiliki markas dan komandan sendiri. sejak saat itulah, Schutterij van Saparoea tumbuh, berkembang dan akhirnya memiliki posisi “negosiasi” dalam perpolitikan, pada paruh terakhir abad 19 hingga paruh pertama abad 20.
Artikel ini hanyalah memotret gambaran umum terhadap keberadaan pasukan milisi itu secara umum, terkhususnya schutterij di Saparoea. Terbukti bahwa para anggota yang masuk dalam kesatuan ini, memiliki gengsi yang tinggi, memiliki posisi “negosiasi” yang didukung oleh pernikahan antara jejaring keluarga besar mereka. Relasi dan koneksi keluarga inilah yang membuat kaum-kaum elit level atas Schutterij van Saparoea sangat berpengaruh.
Pengaruh itulah, yang membuat mereka “tergelincir”7 pada awal abad 20, sehingga menjadi salah satu faktor pendukung kesatuan ini dihapuskan.
Artikel ini berisikan gambaran umum tentang kesatuan yang begitu “berkuasa” pada abad 19-20 dalam konteks afdeling/onderafdeling Saparua pada periode ini. itu juga memotret secara luas bahwa pengaruh, termasuk jejaring keluarga yang terbentuk melalui pernikahan, turut membentuk corak dalam dimensi sejarah sosial.
Pada akhirnya, apa yang terjadi pada paruh pertama abad 19 – 20, membentuk “hambak” atau karakter manusia-manusia Saparua dewasa ini. Posisi, dan konektivitas serta gengsi para Schutter van Saparoea ikut terlibat dalam pembentukan dimensi sosial itu. 


B.       Schuterij van Saparoea

Leirissa dalam artikelnya8, yang mengutip sumber dari Bruijn Kops9 dan Ensiklopedia van Nederlands Indie5, menulis bahwa pada tahun 1821 di kota-kota berbenteng di Gubernemen Maluku, didirikan sebuah lembaga penjaga kota yang kemudian dikenal sebagai Schutterij.
Sumber Ensklopedia van Nederlands Indie, menulis pada tahun 1821 itu, Schutterij didirikan di Ambon, Saparua dan Ternate10.
Meski telah berdiri sejak tahun 1821, barulah pada tahun 1824 lembaga ini “dilegalkan” melalui besluit Gub Jend Hindia Belanda no 4 pertanggal 26 Maret11.
Pada besluit itu, secara eksplisit disebutkan bahwa pelegalan organisasi ini berdasarkan pada laporan Gubernur Maluku Petrus Merkus tertanggal 17 Januari 1824.
Pelegalan organisasi paramiliter berbentuk Schutterij ini berasal dari korps kaum burger yang sebelumnya telah ada. Hal ini secara eksplisit disebutkan dalam besluit itu pada pasal 2 ayat 1 – 6. Disebutkan juga bahwa anggota Schuterij berasal dari kaum burger Kristen dan Muslim Ambon, dan dipimpin oleh seorang berpangkat Letnan Kolonel atau Mayor.
Organisasi paramiliter ini pertama kali dipimpin oleh Daniel Francois Willem Pietermaat dengan pangkat kehormatan Letnan Kolonel. Ia sebelumnya adalah magistraat dan Fiscal di Gubernemen Maluku (1821 – 182612) pada saat itu, atau bisa disebut merangkap jabatan.
Pada tanggal 11 Januari 1825, dikeluarkan lagi besluit oleh Gubernur Jend Hindia Belanda bernomor 25 yang mengatur/ menata organisasi ini lebih teratur13.
Besluit ini berisi 71 pasal yang mengatur prosedur kerja organisasi ini secara terperinci. Pada pasal 36 disebutkan kalau organisasi ini terdiri dari 6 divisi (zesde compagnie), dimana tiap divisi membawahi atau bertanggung jawab pada wilayah-wilayah yang termasuk dalam wilayah kerja masing-masing divisi itu.

1.         Divisi 1 bertanggung jawab atas wilayah : Hatalai, Ema, Naku, Urimesing, Amahusu, Seilale, Nusaniwe dan Latuhalat
2.        Divisi 2 bertanggung jawab atas wilayah : Poka, Guro-Guro, Hunut/Durian Patah, Waiheru, Nania dan Soya Bawah
3.        Divisi 3 bertanggung jawab atas wilayah : Rumah Tiga, Nipa, Hatiwe Besar, Tempat Sewa, Hatuhuru, Alang
4.        Divisi 4 bertanggung jawab atas wilayah : Pas Baguala (Passo), Hutumuri, Suli, Tial, Waai.
5.        Divisi 5 bertanggung jawab atas wilayah : wilayah-wilayah kaum Muslim, Wainitu/Batu Gantung
6.       Divisi 6 bertanggung jawab atas wilayah : Galala, Lateri dan Lata.

Dari pemaparan diatas, bisa disebutkan bahwa periode pertama ini, Schuterij van Saparoea sebagai organisasi belum “teratur”. Meski belum tertata, namun ada beberapa anggota militer yang jangkauan kerjanya berada di wilayah Saparua, Haruku dan Nusalaut.
Beberapa yang bisa disebut adalah Letnan Hersing, Letnan Verhagen, Letnan 1 Matheus Hendrik Schultsz, Sersan David Loupatty dan Sersan Joseph Latumahina. Figur-fugur ini diketahui berdinas dan disebutkan namanya telah bertugas dalam periode Februari – Maret 182914.
Mereka bertugas pada periode dimana pemberontakan 1829 terjadi di Saparua. Hal ini secara eksplisit disebutkan dalam laporan Letnan Kolonel Carolus Boers,Komandan Schutterij van Ambon (1827 -1830) kepada Pejabat Gubernur van Maluku, J.H.J. Moores tertanggal 27 Februari 182915.
Pada laporan tersebut, disebutkan bahwa 90 serdadu (soldat) dikirim ke Saparua.
Pada periode 1829 hingga 1838, aktivitas para schuter di Saparua, tidak banyak diketahui. Barulah pada tahun 1838, Schuterij van Saparoea memiliki markas dan Komandan sendiri16.
Komandan Schuterrij van Saparoea dipimpin pertama kali oleh Matheus Hendrik Schultzs yang berpangkat Kapten. Ia dibantu oleh beberapa staf, antara lain Letnan 1 P (mungkin Pieter) Siegers, Letnan 2 Daniel Jacob Paulusz, Letnan 2 Johanes Hendrik de Haas. Selain itu, staaf ini didukung oleh 241 “serdadu”. Hal ini disebutkan dalam Laporan Umum Gubernemen Maluku oleh Gubernur Maluku Francois Vincent Hendri Anthonie de Stuers, tertanggal 25 Maret 184117.
Pada laporan itu, disebutkan  selain di Ambon, shutterij juga telah didirikan di Saparoea, Hila, Larike, Loki, Buru dan Manipa. Di sebutkan juga bahwa Schuterrij van Saparoea diisi oleh 4 perwira dan 241 “serdadu”. Bandingkan dengan schutterij van Hila, yang hanya diisi oleh 1 perwira dan 29 “serdadu”.
Pada tahun 1838 ini, Schuterrij van Saparoea memiliki “wilayah kerja” pada afdeling Saparoea – Haruku, yang berarti meliputi pulau Saparua, Haruku, Nusalaut, dan pantai selatan Pulau Seram. Pada tahun 1839, letnan 2 P. Rieuwpassa ditunjuk bertugas di pulau Haruku, namun tetap bermarkas di Saparua18.
Komposisi Schuterij van Saparoea itu bertahan hingga tahun 184219.
Pada tanggal 15 April 1842, Komandan Schutterij van Saparoea M. H. Schultsz meninggal di Ambon20, komandan Schutterij van Saparoea untuk sementara waktu dipimpin oleh Letnan 1 P. Siegers.
Komposisi pimpinan shutterij van Saparoea ini, bertahan hingga tahun 184621. Pada periode 1843, salah satu “serdadu” schutterij van Saparoea, diketahui bernama L. Pietersz dengan pangkat sersan22.

Schutterij van Saparoea (1898)

Pada 11 Oktober 1847, D.J. Paulusz dimutasikan ke Ambon dan menjabat sebagai komisaris 1 pakhuizen. pada tahun 1849, Henricus Ceunink van Capelle, komisaris di Haruku (1832 – 1859) ditunjuk sebagai salah satu pimpinan Schutterij van Saparoea dengan pangkat Letnan 1, atau ia merangkap jabatan23.  Tahun 1850, schutterij van Haruku memiliki markas dan komandan sendiri yang bermarkas di Haruku. Pimpinan schutterij van Haruku, pertama kali dipimpin oleh Letnan 1 Henricus Ceunink van Capelle (1850 - 185924).
Seperti sebelumnya disebutkan bahwa Letnan 1 P Siegers memimpin schutterij van Saparoea hingga tahun 1851, kemudian digantikan oleh Letnan 1 Roelandus Nicolaas Rijkschroef25. Komposisi pimpinan schutterij pun berubah, letnan 1 P Siegers tetap sebagai perwira namun sebagai “perwira kehormatan”. Letnan 2 Johannes Hendrik de Haas, namanya tidak “tercatat” lagi dalam daftar pimpinan.
Sumber almanak en naamregister tahun-tahun berikutnya26 tidak lagi melampirkan namanya dalam deretan pimpinan schutterij van saparoea.
Namanya tercatat untuk terakhir kalinya pada arsip tahun 185127, yang menyebut letnan 2 J.H. de Haas dikirim ke Elpaputih Bay (teluk elpaputih) karena peristiwa elpaputih.
Sejak tahun 1851 itu, komposisi pimpinan schutterij van saparoea berubah, dimana Hendrik Gerardus Hogendorp dan Johan Lucas van Gent ditunjuk sebagai anggota pimpinan dengan pangkat letnan 228.
Letnan 1 R.N. Rijkschroef  menjadi komandan schutterij van saparoea hingga tahun 185429, dimana komposisi pimpinan tidak berubah hingga tahun itu.
Tahun 1855, komandan Schutterij van Saparoea telah berganti ke figur Letnan 1 Hendrik Everhardus Hoedt30.
Pada arsip tahun 185731, yaitu laporan Assisten Resident Saparoea – Haruku, Willem Schminke tertanggal  28 Oktober 1857, menyebutkan aktivitas dan kekuatan Schutterij van Saparoea yang diterjunkan dalam peristiwa Mani. Disitu disebutkan, kekuatan itu terdiri dari 1 perwira, 2 sersan, 4 kopral, 3 pemukul tambur, 65 “serdadu”. 1 perwira yang dimaksud dalam laporan ini adalah letnan 2 H.G. Hogendorp32. Arsip per november 1857 juga menyebutkan, selain pengiriman para schutter, juga dikirim para penduduk dari beberapa negeri, yang dipimpin oleh raja mereka masing-masing. Misalnya negeri Saparua dipimpin oleh Radja Jacob Izaak Jeremias Titaley dengan kekuatan 87 orang (laki-laki), dimana 43 orang langsung dibawah komando sang radja.
Letnan 1 H.E. Hoedt memimpin schutterij van saparoea hingga tahun 185733. Tahun 1857, komando schutterij dipimpin oleh Letnan 1 Hendrik Karel Christian Jansen34, sedangkan H.E. Hoedt dimutasi menjadi komisariat kelas 3 di sekretariat gubernemen35.
Arsip pertanggal 30 April 185836, menyebut secara eksplisit H.K.C. Jansen sebagai Komandan Schutterij van Saparua. Letnan 1 Jansen memimpin schutterij van saparoea hingga 186037, kemudian digantikan oleh Letnan 1 jonkher Louis Ferdinand Goldman pada tahun 186238. H.K.C. Jansen sendiri dimutasi menjadi komisariat kelas 3 di sekretariat gubernemen39, menggantikan H.E. Hoedt yang dimutasikan menjadi komisariat magistraat assisten residen40. 
Tahun 1861, schutterij van Saparoea tidak memiliki komandan41. Komposisi pimpinan schutterij van saparoea sejak tahun 1851 tidak berubah, hanya komandan saja yang berganti.
Letnan 1 jonkher L.F. Goldman hanya memerintah tidak sampai setahun, pada tanggal 8 Agustus 1862 ia ditunjuk sebagai controleur kelas 3 di BB karesidenan Manado42.
Tahun 1863, schutterij van saparoea kembali tidak memiliki komandan43, setahun kemudian baru memiliki komandan, yaitu Letnan 1 Wilhelmus Cornelis Ceunink van Capele44. Komposisi pimpinan schutterij bertambah dengan masuknya Johanes Pietersz yang berpangkat letnan 2 sejak 7 Oktober 1863.
W.C. Ceunink van Capele hanya bertugas tidak sampai setahun, tahun 1864 pertanggal 11 September posisinya digantikan oleh Johan Lucas van Gent yang naik pangkat menjadi Letnan 145.  
Komposisi pimpinan schutterij van saparoea berubah, Letnan 2 H.G. Hogendorp meninggal pada 10 Februari 186546, Jacob Eduard (kotji) Siegers ditunjuk untuk masuk dalam anggota pimpinan dengan pangkat letnan 2 pertanggal 11 September 1864.
Komando schutterij van saparoea yang dipimpin oleh J.L. van Gent bertahan 5 tahun hingga 27 Oktober 186947. Pertanggal 24 Maret 186548, Liebrecht Antonie van Gent yang merupakan putra J.L. van Gent juga dimasukan dalam anggota pimpinan sehingga berjumlah 4 orang .
Pertanggal 27 Oktober 1869, komando schutterij van saparoea dipimpin oleh Johanes Pietersz yang pangkatnya dinaikan menjadi Letnan 149. Kemungkinan50 J.L. van Gent telah meninggal pada tahun ini.
Pada saat J. Pietersz dipercayakan sebagai komandan schutterij, Samuel Petrie de Haan juga ditunjuk sebagai anggota pimpinan dengan pangkat letnan 2.
Letnan 1 Johanes Pietersz memulai karir  di schutterij sejak berpangkat sersan dalam tahun 1860, kemudian naik pangkat menjadi letnan 2 per oktober 1863, dan akhirnya menduduki posisi puncak per oktobor 1869. Aktivitasnya selama menjadi sersan hingga letnan 2 tercatat dalam arsip-arsip, seperti arsip tanggal 3 Desember 186151, tanggal 3 Oktober 186352, tanggal 20 Juni 186453, tanggal 28 Juni 186454, 31 Oktober 1865, 21 November 1867.
Arsip tanggal 3 Desember 1861 berisikan besluit Gub Jend Hindia Belanda yang isinya memberikan penghargaan kepada J. Pietersz berupa medali perunggu atas kesetiaan dan keberanian selama mengikuti ekspedisi ke Seram, yaitu ke negeri Nuniali. Arsip 3 Oktober 1863 tentang kenaikan pangkat dari sersan ke letnan 2. Arsip tanggal 20 Juni 1864 tentang laporan dari Letnan 1 M.J.W. Mekern, komandan batalyon garnisun gubernemen Maluku kepada Letnan Kololonel H.H.J. Jalink, komandan Militer Gubernemen Maluku tentang ekspedisi ke negeri Karlutu dan Marahunu.
Arsip tanggal 28 Juni 1864 tentang laporan Gubernur  Maluku kepada Gub Jend Hindia Belanda tentang ekspedisi ke negeri Lisabata, dimana schutterij van Saparoea juga diikutkan dan Letnan 2 J. Pietersz memimpin 50 schutter.
Letnan 1 Johanes Pietersz memimpin schutterij van saparoea hingga 5 Mei 187355, dan digantikan oleh Samuel Petrie de Haan yang pangkatnya dinaikan per 5 Mei 1873 menjadi Letnan 156.
2 tahun sebelumnya, pertanggal 6 Agustus 187157, H.C. Siegers telah ditunjuk sebagai anggota pimpinan dengan pangkat letnan 2.
Bersamaan dengan S.P. de Haan menjadi komandan schutterij, juga ditunjuk T. Pietersz menjadi anggota pimpinan dengan pangkat letnan 258.
S.P. de Haan memimpin schutterij van Saparoea selama 3 tahun59  dan menyerahkan jabatannya kepada Jacob Eduard (kotji) Siegers yang pangkatnya dinaikan sejak 8 Januari 1876 menjadi Letnan 160.
J.H. de Haas juga ditunjuk61  sebagai anggota pimpinan bersamaan dengan J.E. Siegers menjadi komandan schutterij van saparoea.
Seperti Johanes Pietersz, J.E. Siegers juga memulai karir dari bawah hingga mencapai karir puncak ditahun 1876 itu. Antara 1860 – 1862, ia berpangkat kopral, 1862 – 1864 berpangkat sersan dan seterusnya seperti disebutkan diatas.
Arsip-arsip Hindia Belanda secara eksplisit menyebut figur ini, seperti arsip bertanggal 3 Desember 1861, dimana ia mendapatkan penghargaan karena mengikuti ekspedisi ke Seram yaitu ke negeri Nuniali.

Letnan Jacob Eduard Siegers menjadi komandan Schutterij van Saparoea, sangat lama yaitu selama 38 tahun sejak 1876 – 191262.
Pada tahun pertama, J.E. Siegers sebagai komandan Schutterij van Saparoea, komposisi pimpinan Schutterij adalah Letnan 1 J.E. Siegers (komandan), Letnan 2 H.C. Siegers, Letnan 2 T Pietersz, Letnan 2 J.H. de Haas.
Komposisi ini bertahan selama 6 tahun hingga tahun 1883, tahun ini, Letnan 2 A.H. Pietersz masuk menggantikan de Haas63.
Tahun 1886 - 1888, 2 orang anggota baru masuk ke posisi pimpinan, yaitu Letnan 2 F.P.M. de Haas sejak 4 November 1886 serta Letnan 2 M.J. Meijer pada 13 Januari 188864. Sejak tahun 1888, T. Pietersz tidak lagi sebagai anggota pimpinan Schutterij, mungkin telah pensiun.
Tahun 1890, Letnan 2 S.F. Latumanuweij masuk menggantikan M.J. Meijer sejak 14 Agustus 189065.
Tahun 1895, Letnan 2 D.B. Poetiraij masuk menggantikan A.H. Pietersz sejak 30 Mei 189566. 2 tahun berikutnya, Letnan 2 W.J. Siegers masuk menggantikan H.C. Siegers sejak tanggal 27 April 189767.  4 tahun kemudian, Letnan 2 A.A. Siegers menggantikan W.J. Siegers sejak 2 Juli 190168
Komposisi pimpinan Schutterij van Saparoea pada tahun 1902 yaitu Letnan 1 J. Siegers (komandan), Letnan 2 S.F. Latumanuweij, Letnan 2 F.P.M. de Haas, Letnan 2 D.B. Poetiraij, Letnan 2 A.A. Siegers.
Komposisi pimpinan Schutterij ini bertahan hingga tahun 191269, saat komandan J. E. Siegers pensiun70.
Periode setelah Siegers meninggal, siapa penggantinya, secara jujur kami belum mengetahuinya. Hal ini disebabkan, kami belum memiliki arsip-arsip yang menyampaikan secara eksplisit nama komandannya.
Ada beberapa arsip yang hanya menyebut beberapa personel Schutterij van Saparoea, misalnya Sersan Titaley (191971) dan letnan J. Sitianapessy (<192272)
 
Schutterij van Ternate (1880)

11 tahun setelah Siegers meninggal, Schutterij van Saparoea secara legal dibubarkan bersama dengan Schutterij van Ambon. Schutterij van Saparoea dan Ambon dibubarkan terakhir, setelah Schutterij van Kajeli (1906), Schutterij van Hila (1908)73
Pembubaran Schutterij van Ambon dan Saparua melalui besluit Gubernemen tertanggal 27 Januari 1922.
Tanggal 1 Juli 192374, Schutterij van Saparoea resmi dibubarkan.....


---- bersambung ---


Daftar komandan Schuterij van Saparua sejak 1838 – 191275

1.                               Kapten M.H. Schultz (1838 -1842)
2.                              Letnan 1 P. Siegers (1842 -  1851)
3.                              Letnan 1 R.N. Rijkschroef (1851  - 1855)
4.                              Letnan 1  H.E. Hoedt ( 1855 - 1857 )
5.                              Letnan 1  H.K.C. Jansens  (1857 –1862)
6.                             Letnan 1 Jhr L.F. Goldman (1862 – akhir 1862)
7.                              Tanpa komandan (1863 – 1864)
8.                              Letnan 1 W.C. Ceunink van Capele ( 1864 – 11 September 1864)
9.                             letnan 1 J. van Gent : (11 September 1864 – 27 Oktober 1869)
10.                           letnan 1 J. Pietersz  (27 oktober 1869 – 5 Mei 1873 )
11.                             letnan 1 S.P. de Haan ( 5 Mei 1873 – 8 Januari 1876 )
12.                            letnan 1 Jacob Eduard (kotji) Siegers (8 Januari 1876 – 1912)


Catatan Kaki
1.         Knaap, Gerrit J. Kruidnagelen en Christenen : de Verenigde Oost-Indische Compagnie en de Bevolking van Ambon, 1656 – 1696, Leiden, KITLV, 2004
2.        Widjojo, Muridan Satrio. Cross-Cultural Alliance-Making and Local Resistance in Maluku during the revolt of Prince Nuku, c. 1780 – 1810, KITLV, Leiden, 2007, Chapter 3, Halaman 32
§   Heeres, J.E. Ambon in 1647 (dimuat pada Bijdragen tot de Taal-Land en Volkenkunde van Nederlandsch-Indie, deel 47, 1897, halaman 510 – 595, terkhusus hal 584
§   Knaap, Gerrit J. Kruidnagelen en Christenen : de Verenigde Oost-Indische Compagnie en de Bevolking van Ambon, 1656 – 1696, Leiden, KITLV, 2004, Hal 31
3.        Stibe, D.G. Encyclopaedia van Nederlandsch-Indie, derde deel , s’Gravenhage, Martinus Nijhoff, 1919, halaman 728 -729
4.        Verbaal handelingen en besluiten gouverneur-generaal (Van der Capellen) tijdens zijn reis door de Grote Oost 26 maart 1824 no. 4, Ambon.
Afschrift. NA, Koloniën 2.10.01, 2766.
§   Journaal van gouverneur-generaal G.A.G.Ph. baron van der Capellen gehouden tijdens zijn reis door de Grote Oost, 8 maart – 17 september 1824. Afschrift van de publicatie ‘Het journaal van den baron van der Capellen op zijne reis door de Molukko’s’, TNI 17 II (1855) 281-315, 357-396
5.        Almanak en Naamregister voor het jaar 1822, Lands drukkerij, Batavia, 1822
6.        UIJTENBROEK OVER DE SITUATIE OP HARUKU
Resident van Haruku (Uijtenbroek) aan gouverneur der Molukken (Van Middelkoop), Haruku, 25 mei 1817. No. 19. Afschrift. ARNAS, Ambon 998/n.
§   Resident van Haruku (Uijtenbroek) aan gouverneur der Molukken (Van Middelkoop), Haruku, 28 mei 1817. No. 23. Afschrift. ARNAS, Ambon 998/n
7.        Kajian ini akan dijelaskan pada bagian 2 artikel ini
8.        Leirissa, R.Z. Social Development in Ambon during The 19th Century : Ambonese Burger (dimuat dalam Jurnal Cakalele, volume 6, 1995, hal 1-11), hal 9
9.         de Bruin Kops, G.F. Grepen uit de Geschiedenis der Ambonsche Schutterij, H.H. Thorig, Amboina, 1895
10.      Stibe, D.G. Encyclopaedia van Nederlandsch-Indie, derde deel , s’Gravenhage, Martinus Nijhoff, 1919, halaman 729
11.        Verbaal handelingen en besluiten gouverneur-generaal (Van der Capellen) tijdens zijn reis door de Grote Oost 26 maart 1824 no. 4, Ambon.
Afschrift. NA, Koloniën 2.10.01, 2766.
§   Journaal van gouverneur-generaal G.A.G.Ph. baron van der Capellen gehouden tijdens zijn reis door de Grote Oost, 8 maart – 17 september 1824. Afschrift van de publicatie ‘Het journaal van den baron van der Capellen op zijne reis door de Molukko’s’, TNI 17 II (1855) 281-315, 357-396
12.       Almanaak en Naamregister van Nederlandsch – Indie voor het jaar 1824, Landsdrukkerij, Batavia, 1824, Halaman 56
§   Almanaak en Naamregister van Nederlandsch – Indie voor het jaar 1823, Landsdrukkerij, Batavia, 1823,
13.       Verbaal handelingen en besluiten gouverneur-generaal (Van der Capellen) in Rade 11 januari 1825 no. 24, Batavia. Afschrift. NA, Koloniën 2.10.01, 2787
14.      Assistent-resident van Saparua en Haruku (Van der Eb) aan waarnemend gouverneur der Molukken (Moorrees), Saparua, 23 februari 1829, 's avonds 8 uur. No. 11 geheim. Origineel. ARNAS, Ambon 445; afschrift in NA, Koloniën 2.10.01, 721, vb. 24 december 1829 no. 100
§   Proces-verbaal opgemaakt door kapitein N. Mesch en 2e luitenant C. Zeegers van verhoor van M. Radjawange inzake samenzwering tot opstand, Saparua, 25 februari 1829. Afschrift. NA, Koloniën 2.10.01, 721, vb. 24 december 1829 no. 100
15.       Commandant der schutterij (luitenant-kolonel Boers) aan waarnemend gouverneur der Molukken (Moorrees), Ambon, 27 februari 1829. No. 18. Afschrift. NA, Koloniën 2.10.01, 721, vb. 24 december 1829 no. 100
16.      Almanak en Naamregister voor het jaar 1838, Lands drukkerij, Batavia, 1838, Hal 78
17.       Algemeen verslag door gouverneur der Molukken (luitenant-kolonel De Stuers) van het gouvernement Ambon over 1840, Ambon, 25 maart 1841.Origineel. ARNAS, Ambon 580/d; Handschrift KITLV, H 70.
18.      Almanak en Naamregister voor het jaar 1839, Lands drukkerij, Batavia, 1839, Hal 79
19.      Almanak en Naamregister voor het jaar 1838, Lands drukkerij, Batavia, 1838, Hal 78
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1839, Lands drukkerij, Batavia, 1839, Hal 79
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1840, Lands drukkerij, Batavia, 1840, Hal 80
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1841, Lands drukkerij, Batavia, 1841, Hal 83
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1842, Lands drukkerij, Batavia, 1842, Hal 83
20.     Fraasen, Chr. Fr. Bronen Betreffende Midden Molukken 1796 – 1902, Huygen Knaw NL, 1997, Naamregister Schultsz M.H
21.       Almanak en Naamregister voor het jaar 1843, Lands drukkerij, Batavia, 1843, Hal 87
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1844, Lands drukkerij, Batavia, 1844, Hal 87
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1845, Lands drukkerij, Batavia, 1845, Hal 90
22.      Geheim verbaal handelingen en besluiten gouverneur-generaal (Merkus) 23 augustus 1843 la L2, Batavia.Afschrift. NA, Koloniën 2.10.01, 4508.
23.      Almanak en Naamregister voor het jaar 1849, Lands drukkerij, Batavia, 1849, Hal 92 dan 130
24.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1850, Lands drukkerij, Batavia, 1850, Hal 147
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1859, Lands drukkerij, Batavia, 1859, Hal 234
25.      Almanak en Naamregister voor het jaar 1851, Lands drukkerij, Batavia, 1851, Hal 143
26.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1851, Lands drukkerij, Batavia, 1851, Hal 143
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1852, Lands drukkerij, Batavia, 1852, Hal 144
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1853, Lands drukkerij, Batavia, 1853, Hal 154
27.      Besluit gouverneur-generaal (Duymaer van Twist) 6 augustus 1851 no. 30, Batavia.Afschrift. NA, Koloniën 2.10.02, 7124.
28.     Catatan kaki no 22
29.     Ibid
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1854, Lands drukkerij, Batavia, 1854, Hal 154
30.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1855, Lands drukkerij, Batavia, 1855, Hal 175
31.       Assistent-resident van Saparua (Schminke) aan gouverneur der Molukken (Goldman), Saparua, 28 oktober 1857.No. 209. Afschrift. NA, Koloniën 2.10.02, 5951, geh. vb. 23 oktober 1858 la K7 no. 17
32.      Assistent-resident van Saparua (Schminke) aan gouverneur der Molukken (Goldman), Paulohi, 21 en 23 november 1857.La A. Afschrift. NA, Koloniën 2.10.02, 5951, geh. vb. 23 oktober 1858 la K7 no. 17
§   Gouverneur der Molukken (Goldman) aan gouverneur-generaal (Pahud), Ambon, 30 november 1857.No. 197. Afschrift. NA, Koloniën 2.10.02, 5951, geh. vb. 23 oktober 1858 la K7 no. 17.
33.      Almanak en Naamregister voor het jaar 1855, Lands drukkerij, Batavia, 1855, Hal 175
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1856, Lands drukkerij, Batavia, 1856, Hal 191
34.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1857, Lands drukkerij, Batavia, 1857, Hal 205
35.      Almanak en Naamregister voor het jaar 1857, Lands drukkerij, Batavia, 1857, Hal 112
36.     Gouverneur der Molukken (Goldman) aan gouverneur-generaal (Pahud), Ambon, 30 april 1858.No. 64. Afschrift. NA, Koloniën 2.10.02, 738, vb. 17 augustus 1858 no. 22
37.      Almanak en Naamregister voor het jaar 1858, Lands drukkerij, Batavia, 1858, Hal 167
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1859, Lands drukkerij, Batavia, 1859, Hal 234
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1860, Lands drukkerij, Batavia, 1860, Hal 249
38.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1862, Lands drukkerij, Batavia, 1862, Hal 293
39.     Ibid, halaman 143
40.     Ibid
41.      Almanak en Naamregister voor het jaar 1861, Lands drukkerij, Batavia, 1861, Hal 271
42.     Fraasen, Chr. Fr. Bronen Betreffende Midden Molukken 1796 – 1902, Huygen Knaw NL, 1997, Naamregister Goldman, Louis Ferdinand
43.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1863, Lands drukkerij, Batavia, 1863, Hal 310
44.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1864, Lands drukkerij, Batavia, 1864, Hal 199
45.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1865, Lands drukkerij, Batavia, 1865, Hal 285
46.     Fraasen, Chr. Fr. Bronen Betreffende Midden Molukken 1796 – 1902, Huygen Knaw NL, 1997, Naamregister Hogendorp, Hendrik Gerardus
47.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1865, Lands drukkerij, Batavia, 1865, Hal 285
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1866, Lands drukkerij, Batavia, 1866, Hal 289
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1867, Lands drukkerij, Batavia, 1867, Hal 167
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1868, Lands drukkerij, Batavia, 1868, Hal 173
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1869, Lands drukkerij, Batavia, 1869, Hal 182
48.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1865, Lands drukkerij, Batavia, 1865, Hal 285
49.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1870, Lands drukkerij, Batavia, 1870, Hal 211
50.     Kami menggunakan kata mungkin, karena membaca sumber almanak en naamregister tahun 1870, 1871 dimana nama J.L. van Gent tidak dicantumkan lagi dalam daftar indeks nama.
51.       Besluit gouverneur-generaal (Sloet van de Beele) 3 december 1861 no. 4, Batavia. Afschrift. NA, Koloniën 2.10.02, 7320
52.      Besluit gouverneur-generaal (Sloet van de Beele) 3 oktober 1863 no. 12, Batavia. Afschrift. NA, Koloniën 2.10.02, 7355.
53.      Commandant der colonne uitgezonden ter verovering van de negorij Karlutu (1e luitenant Mekern) aan commandant der expeditie tegen Marahunu (luitenant-kolonel Jalink), Marahunu, 20 juni 1864.Afschrift. NA, Koloniën 2.10.02, 1541, vb. 18 november 1864 no. 15.
54.     Gouverneur der Molukken (Andrée Wiltens) aan gouverneur-generaal (Sloet van de Beele), Ambon, 28 juni 1864.La A2 geheim. Afschrift. NA, Koloniën 2.10.02, 1541, vb. 18 november 1864 no. 15.
55.      Almanak en Naamregister voor het jaar 1870, Lands drukkerij, Batavia, 1870, Hal 211
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1871, Lands drukkerij, Batavia, 1871, Hal 233
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1872, Lands drukkerij, Batavia, 1872, Hal 238
56.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1874, Lands drukkerij, Batavia, 1874, Hal 241
57.      Almanak en Naamregister voor het jaar 1872, Lands drukkerij, Batavia, 1872, Hal 238
58.     Catatan kaki no 52
59.     Ibid
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1875, Lands drukkerij, Batavia, 1875, Hal 255
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1876, Lands drukkerij, Batavia, 1876, Hal 268
60.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1877, Lands drukkerij, Batavia, 1877, Hal 268
61.      Ibid
62.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1877, Lands drukkerij, Batavia, 1877, Hal 268
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1890, Lands drukkerij, Batavia, 1890, Hal 299
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1895, Lands drukkerij, Batavia, 1895, Hal 285
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1900, Lands drukkerij, Batavia, 1900, Hal 298
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1905, Lands drukkerij, Batavia, 1905, Hal 301
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1912, Lands drukkerij, Batavia, 1912, Hal 756
63.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1884, Lands drukkerij, Batavia, 1884, Hal 241
64.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1887, Lands drukkerij, Batavia, 1887, Hal 245
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1889, Lands drukkerij, Batavia, 1889, Hal 295
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1890, Lands drukkerij, Batavia, 1890, Hal 299
65.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1891, Lands drukkerij, Batavia, 1891, Hal 279
66.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1896, Lands drukkerij, Batavia, 1896, Hal 284
67.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1898, Lands drukkerij, Batavia, 1898, Hal 286
68.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1902, Lands drukkerij, Batavia, 1902,  Hal 300
69.     Almanak en Naamregister voor het jaar 1905, Lands drukkerij, Batavia, 1905,  Hal 301
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1908, Lands drukkerij, Batavia, 1908,  Hal 316
§   Almanak en Naamregister voor het jaar 1912, Lands drukkerij, Batavia, 1912,  Hal 756
70.     Genealogie Jacob Eduard (kotji) Siegers
71.       Controleur van Onderafdeling Saparua (Schouten) aan Resident van Ambon (van den Brandhof), 10 Desember 1919. No 3466/3. Afschrift. Mr. 252x/1920
72.      Resident van Ambon (Van Sandick) aan Gouverneur – Generaal (Fock), 22 Mei 1923. No. 198. Zeer geheim, eigenhandig. Met afschrift rechtstreeks aan de wd. adviseur voor inlandse zaken. Afschrift. Mr. 578x/1923. Geh. vb. 20 mei 1924 Ir. R6.
73.      Leirissa, R.Z. Social Development in Ambon during 19th century: Ambonesse Burger (dimuat pada Jurnal Cakalele, vol 2, 1999, hal 1-11), terkhusus hal 9
§   Memorie van Overgave van de Resident van Ambon (Quarles), 1 Juni 1908. Mr. 1284/1908. Vb. 9 maart 1909 no. 50 (dimuat oleh P. Jobse, pada Bronen Betreffende Midden Molukken 1900 – 1942, deel 1, Den Haag, 1997, hal 132 -144) terkhusus hal 141
74.     Memorie van Overgave van de Onderafdeling Ambon van Assitent – Resident (Schmid) 23 September 1924. Handschrift. KITLV, H 632 ( dimuat oleh Chr. Fr. Fraasen , pada Bronen Betreffende Midden Molukken 1900 – 1942, deel 2, Den Haag, 1997, hal 466 -500) terkhusus hal 477
75.      Almanak en Naamregister voor Nederlandsch- Indie het jaar 1838 -1912, Lands drukkerij, Batavia

1 komentar:

  1. halo senang dapat bertemu dengan anda, kebetulan saya juga meneliti tentang korps schutterij di surabaya. semoga kita dapat terhubung dan berdiskusi lebih lanjut mengenai tulisan anda.

    salam hangat,
    naval dwi prastiyo

    BalasHapus